Fingerprint menjadi salah satu perangkat yang banyak kantor gunakan untuk mencatat kehadiran karyawan. Cara penggunaannya memang praktis, cukup menempelkan jari pada sensor dan sistem akan mengenali identitas pengguna. Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, fingerprint juga bisa mengalami masalah.
Ketika sudah menempelkan jari berkali-kali tetapi perangkat tidak merespons atau terus menampilkan keterangan bahwa sidik jari tidak terkenali, tentu hal ini bisa mengganggu proses absensi. Penyebabnya pun tidak selalu karena perangkat rusak. Ada beberapa faktor lain yang perlu anda periksa terlebih dahulu.
Berikut lima alasan utama kenapa fingerprint tidak berfungsi dan apa yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya.
1. Sensor fingerprint kotor
Sensor merupakan bagian yang secara langsung membaca pola sidik jari. Debu, kotoran, minyak dari kulit, atau bekas sentuhan yang menumpuk pada permukaan sensor dapat membuat proses pembacaan menjadi kurang optimal.
Kondisi ini cukup sering terjadi jika ada banyak orang yang menggunakan fingerprint setiap hari. Semakin sering orang menyentuh sensor, semakin besar kemungkinan permukaannya menjadi kotor. Solusinya cukup sederhana. Bersihkan permukaan sensor secara rutin menggunakan kain lembut yang bersih dan kering. Hindari menggunakan cairan secara berlebihan karena perangkat elektronik tidak untuk terkena cairan langsung.
2. Jari terlalu basah atau terlalu kering
Sidik jari memang selalu melekat pada jari, tetapi kondisi kulit dapat memengaruhi kemampuan sensor dalam membacanya. Jari yang terlalu basah karena keringat atau air dapat membuat pola sidik jari sulit terbaca. Sebaliknya, kulit yang terlalu kering juga dapat menyebabkan hasil pemindaian kurang maksimal.
Sebelum melakukan absensi, pastikan jari dalam kondisi bersih dan kering. Jika jari berkeringat, cukup lap terlebih dahulu. Jangan menekan sensor terlalu kuat karena tekanan berlebihan juga tidak selalu membuat pembacaan menjadi lebih baik.
3. Sidik jari belum terdaftar dengan baik
Fingerprint hanya dapat mengenali sidik jari yang sudah tersimpan di dalam sistem. Jika seseorang belum melakukan pendaftaran, tentu perangkat tidak akan dapat mengenali identitasnya.
Masalah juga bisa terjadi ketika sidik jari terdaftar dengan posisi yang kurang tepat. Misalnya, saat proses pendaftaran hanya bagian tertentu dari jari yang terbaca sehingga data yang tersimpan kurang optimal.
Untuk mengatasinya, administrator dapat melakukan pendaftaran ulang. Sebaiknya merekam beberapa bagian jari dengan posisi yang berbeda agar perangkat memiliki data yang lebih lengkap untuk proses verifikasi.

4. Posisi jari saat absensi kurang tepat
Cara menempelkan jari pada sensor juga dapat memengaruhi hasil pembacaan. Jika jari hanya menyentuh sebagian kecil area sensor, posisinya terlalu miring, atau tidak berada pada bagian sensor yang seharusnya, fingerprint mungkin kesulitan mencocokkan sidik jari.
Cobalah menempatkan bagian jari yang sama seperti ketika proses pendaftaran. Letakkan jari secara stabil pada sensor selama beberapa saat, tanpa menggeser atau menekannya secara berlebihan. Jika masalah hanya terjadi pada satu atau beberapa orang, kemungkinan besar posisi jari atau kondisi sidik jarinya perlu pemeriksaan terlebih dahulu.
5. Perangkat atau sistem mengalami gangguan
Jika semua pengguna tiba-tiba mengalami masalah yang sama, penyebabnya kemungkinan bukan lagi pada kondisi jari. Gangguan dapat berasal dari perangkat fingerprint, sistem internal, koneksi jaringan, adaptor listrik, atau aplikasi untuk mengelola data absensi.
Perangkat yang mengalami error biasanya menunjukkan gejala seperti layar tidak merespons, proses verifikasi sangat lambat, data absensi tidak masuk ke sistem, atau perangkat tidak dapat terhubung dengan komputer maupun jaringan.
Langkah awal yang dapat anda lakukan adalah memeriksa sumber listrik dan koneksi perangkat. Jika perlu, lakukan restart sesuai prosedur perangkat. Namun, apabila masalah tetap muncul, pemeriksaan oleh teknisi dapat menjadi pilihan agar kerusakan tidak semakin parah.
Untukmencegah kerusakan, sebaiknya selalu bersihkan sensor secara rutin, dan jangan menggunakan perangkat jika jari masih basah. Jika sudah melakukan perawatan, dan masalah tetap terjadi secara berulang kali, kemungkinan adanya gangguan pada sensor atau komponen perangkat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, fingerprint dapat bekerja secara optimal dan membantu proses absensi kantor menjadi lebih cepat, praktis, dan teratur.
CV Cahaya Mustika
“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”
Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11
Kota Malang
TELP 0823-3766-4403


