Berbagai Alasan Kenapa CCTV Tidak Bisa Merekam 24 Jam

Kenapa CCTV Tidak Bisa Merekam 24 Jam? CCTV pada dasarnya dapat merekam kondisi di sekitar rumah, kantor, toko, gudang, maupun area lainnya selama 24 jam. Namun, dalam praktiknya, ada kondisi ketika CCTV tidak merekam secara terus-menerus. Rekaman bisa tiba-tiba berhenti, hanya tersimpan pada waktu tertentu, atau bahkan tidak memiliki rekaman sama sekali. Ada berbagai alasan kenapa CCTV tidak bisa merekam 24 jam, mulai dari kapasitas penyimpanan, pengaturan sistem, gangguan listrik, hingga masalah pada perangkat perekam. Berikut pembahasannya:

1. Kapasitas Hard Disk Tidak Mencukupi

Salah satu alasan paling umum CCTV tidak merekam selama 24 jam adalah kapasitas penyimpanan yang terbatas. Rekaman CCTV membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar, terutama jika menggunakan resolusi tinggi seperti Full HD atau 4K.

Ketika hard disk pada DVR atau NVR sudah penuh, sistem dapat berhenti menyimpan rekaman jika fitur overwrite tidak aktif. Akibatnya, pengguna tidak menemukan rekaman terbaru meskipun kamera masih menyala.

Solusinya adalah menggunakan hard disk dengan kapasitas yang sesuai dan mengaktifkan fitur overwrite agar rekaman lama otomatis tertimpa ketika kapasitas penyimpanan penuh.

2. Pengaturan Rekaman Menggunakan Mode Terjadwal

Ada pengaturan CCTV agar tidak merekam sepanjang waktu. Pada DVR atau NVR, terdapat pengaturan jadwal rekaman yang memungkinkan kamera hanya merekam pada jam tertentu. Misalnya, sistem hanya merekam dari pukul 18.00 sampai 06.00. Jadi, selain waktu tersebut, CCTV tidak melakukan perekaman. Saat penguna memeriksa kamera pada siang hari, maka ia tidak akan menemukan rekaman apapun. Jika anda ingin mengubahnya, periksa menu recording schedule pada DVR atau NVR untuk memastikan pengaturan jadwal rekaman sudah selama 24 jam, jika memang memerlukannya.

3. CCTV Menggunakan Mode Motion Detection

Beberapa sistem CCTV menggunakan motion detection atau deteksi gerakan untuk menghemat kapasitas penyimpanan. Dalam mode ini, kamera tidak terus-menerus menyimpan video, tetapi hanya merekam ketika mendeteksi adanya pergerakan.

Pengaturan tersebut sebenarnya berguna untuk mengurangi penggunaan hard disk. Namun, jika pengguna membutuhkan rekaman penuh selama 24 jam, maka harus mengaktifkan mode continuous recording.

4. Hard Disk CCTV Mengalami Kerusakan

Hard disk pada DVR atau NVR bekerja terus-menerus untuk menyimpan rekaman. Karena penggunaan jangka panjang, perangkat penyimpanan tersebut dapat mengalami penurunan performa atau kerusakan.

Ketika hard disk bermasalah, kamera mungkin tetap menampilkan gambar secara normal, tetapi rekaman tidak tersimpan. Beberapa sistem juga dapat memberikan peringatan terkait kegagalan hard disk.

Periksa status HDD melalui menu DVR atau NVR. Jika hard disk tidak terdeteksi atau muncul status error, pemeriksaan atau mungkin perlu penggantian HDD.

5. Listrik CCTV Terputus

CCTV membutuhkan pasokan listrik agar kamera dan perangkat perekam dapat bekerja. Jika listrik mati, kamera dan DVR/NVR juga dapat berhenti beroperasi. Pemadaman listrik yang terjadi beberapa kali dalam sehari dapat menyebabkan adanya bagian rekaman yang kosong. Masalah juga dapat terjadi akibat adaptor, power supply, kabel listrik, atau terminal yang bermasalah.

Untuk sistem CCTV yang membutuhkan perekaman terus-menerus, penggunaan UPS dapat menjadi salah satu solusi agar perangkat tetap mendapatkan daya ketika listrik utama terputus.

6. Adaptor atau Power Supply Bermasalah

Selain listrik dari sumber utama, adaptor dan power supply juga berpengaruh terhadap kestabilan CCTV. Tegangan yang tidak stabil atau power supply yang mulai rusak dapat menyebabkan kamera mati dan menyala kembali. Jika kamera sering restart atau beberapa kamera mati secara bersamaan, sebaiknya periksa juga bagian power supply.

7. DVR atau NVR Mengalami Gangguan

DVR dan NVR merupakan perangkat penting dalam sistem CCTV karena berfungsi mengelola dan menyimpan rekaman. Jika perangkat mengalami gangguan, proses perekaman dapat terhenti meskipun kamera masih menampilkan gambar. Gangguan bisa karena sistem yang terlalu panas, kerusakan komponen, firmware bermasalah, atau perangkat yang sudah mengalami penurunan performa.

Baca Juga: Cara Menghubungkan CCTV ke WiFi agar Bisa pantau dari HP

8. Kabel atau Koneksi Kamera Bermasalah

Pada CCTV kabel, kerusakan kabel dapat menyebabkan kamera kehilangan koneksi dengan DVR atau NVR. Sementara itu, pada CCTV berbasis jaringan, gangguan koneksi jaringan dapat menyebabkan kamera tidak dapat mengirimkan video ke NVR atau penyimpanan jaringan. Periksa konektor, kabel jaringan, kabel coaxial, switch, serta perangkat jaringan lainnya jika rekaman dari salah satu atau beberapa kamera tiba-tiba hilang.

9. Pengaturan Penyimpanan Tidak Tepat

Selain jadwal rekaman, pengaturan penyimpanan juga dapat memengaruhi durasi rekaman CCTV. Sistem mungkin menggunakan konfigurasi tertentu seperti perekaman berdasarkan gerakan, resolusi tertentu, frame rate, atau kompresi video.

Pengaturan resolusi dan frame rate yang terlalu tinggi dapat membuat kebutuhan kapasitas penyimpanan meningkat. Sebaliknya, konfigurasi kompresi yang lebih efisien dapat membantu memperpanjang waktu penyimpanan tanpa harus mengurangi durasi perekaman secara signifikan.

10. Kamera Mengalami Restart atau Mati Sendiri

Jika kamera sering restart, tentu akan ada bagian waktu yang tidak terekam. Penyebabnya dapat berasal dari suplai listrik, suhu yang terlalu tinggi, koneksi jaringan, firmware, maupun kerusakan perangkat. Perhatikan apakah kamera hanya kehilangan rekaman sesekali atau sering mati dalam periode tertentu. Informasi tersebut dapat membantu teknisi menemukan sumber masalah.

11. Penyimpanan Cloud Mengalami Masalah

Pada CCTV yang menggunakan cloud storage, rekaman dapat bergantung pada koneksi internet dan layanan cloud. Jika koneksi internet terputus atau layanan mengalami gangguan, rekaman mungkin tidak tersimpan ke cloud pada periode tertentu. Karena itu, pengguna CCTV berbasis cloud perlu memastikan koneksi internet stabil dan paket penyimpanan masih aktif.

12. Fitur Overwrite Tidak Aktif

Fitur overwrite memungkinkan sistem menghapus atau menimpa rekaman paling lama ketika ruang penyimpanan sudah penuh. Jika fitur tersebut tidak aktif, DVR atau NVR dapat berhenti merekam setelah kapasitas hard disk habis. Untuk sistem rekaman 24 jam setiap hari, fitur overwrite biasanya penting agar proses perekaman dapat terus berjalan.

13. Suhu Perangkat Terlalu Panas

DVR, NVR, dan perangkat jaringan dapat menghasilkan panas. Jika berada di ruangan yang terlalu panas atau memiliki ventilasi buruk, suhu perangkat dapat meningkat. Panas berlebih dapat menyebabkan perangkat mengalami restart, penurunan performa, atau bahkan kerusakan. Pastikan perangkat berada di lokasi dengan sirkulasi udara yang cukup dan tidak tertutup oleh benda yang menghambat ventilasi.

Cara Mengatasi CCTV yang Tidak Merekam 24 Jam

Jika CCTV tidak memiliki rekaman secara terus-menerus, lakukan pemeriksaan secara bertahap. Pertama, periksa apakah kamera masih menampilkan gambar secara normal. Kemudian cek status hard disk pada DVR atau NVR dan pastikan kapasitas penyimpanan masih tersedia.

Selanjutnya, periksa jadwal perekaman dan pastikan mode continuous recording aktif jika kebutuhan Anda adalah merekam selama 24 jam. Periksa juga pengaturan motion detection, fitur overwrite, power supply, kabel, koneksi jaringan, serta kondisi DVR atau NVR.

Jika semua pengaturan sudah benar tetapi rekaman tetap sering terputus, sebaiknya lakukan pemeriksaan oleh teknisi CCTV. Terutama jika masalah berkaitan dengan hard disk, power supply, DVR/NVR, atau komponen elektronik lainnya.

CV Cahaya Mustika
“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”
Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11
Kota Malang
TELP 0823-3766-4403