Tips Menentukan Titik Pemasangan CCTV Indoor dan Outdoor

Memasang CCTV bukan sekadar menempelkan kamera di dinding atau plafon. Posisi kamera sangat menentukan seberapa efektif sistem keamanan bekerja. Kamera dengan kualitas tinggi sekalipun tidak akan memberikan hasil maksimal jika pemasangannya pada titik yang kurang tepat.

Penempatan CCTV yang benar akan membantu memperluas area pengawasan, mengurangi titik buta (blind spot), serta menghasilkan rekaman yang jelas ketika terjadi suatu kejadian. Oleh karena itu, sebelum memasang CCTV, penting untuk menentukan lokasi pemasangannya dengan cermat, baik di dalam maupun di luar bangunan. Selain itu, jumlah kamera yang dibutuhkan juga bisa lebih efisien jika setiap unit berada pada posisi yang tepat. Inilah tips menentukan titik pemasangan CCTV Indoor dan outdoor.

> Titik Pemasangan Yang Tepat CCTV Indoor

Meskipun peletakannya di dalam ruangan, bukan berarti pemasangannya bisa asal-asalan. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan terkait jarak pandang serta privasi penghuni.

1. Prioritaskan Area dengan Aktivitas Tinggi

Pasang CCTV di ruangan yang sering orang gunakan untuk beraktivitas atau memiliki lalu lintas orang paling banyak, seperti ruang tamu, ruang keluarga, lobi, koridor, area resepsionis, gudang penyimpanan barang.  Area-area tersebut biasanya menjadi jalur utama keluar masuk orang, baik itu penghuni, karyawan, atau tamu, sehingga lebih penting untuk melakukan pemantauan.

2. Awasi Jalur Masuk dan Keluar

Pintu utama, pintu belakang, maupun akses menuju ruangan tertentu merupakan lokasi yang wajib mendapatkan pengawasan. Usahakan kamera menghadap ke arah orang yang masuk sehingga wajah dapat terekam dengan jelas, bukan hanya bagian belakang tubuh.

3. Pasang Kamera di Sudut Ruangan

Sudut ruangan umumnya memberikan sudut pandang yang lebih luas dari pada memasang kamera di tengah dinding. Dengan posisi ini, satu kamera dapat mengawasi area yang lebih besar sekaligus mengurangi blind spot.

4. Hindari Halangan di Depan Kamera

Pastikan tidak ada benda yang menghalangi pandangan kamera, seperti Lemari tinggi, Rak, Tiang, Tanaman hias, Dekorasi gantung. Halangan sekecil apa pun dapat mengurangi area yang terekam dan mengurangi efektifitas pemasangan CCTV itu sendiri.

5. Perhatikan Area Privasi

Tidak semua ruangan perlu pemasangan CCTV. Hindari menempatkan kamera di area yang bersifat pribadi, seperti kamar tidur, kamar mandi, toilet, ruang ganti, maupun ruang istirahat yang memang untuk menjaga privasi penghuni atau karyawan.

Jika tetap butuh pemasangan CCTV namun tujuannya untuk meningkatkan keamanan, sebaiknya arahkan kamera hanya ke akses masuk menuju ruangan tersebut, seperti pintu atau koridor di depannya. Dengan cara ini, aktivitas keluar masuk tetap dapat terpantau tanpa mengganggu privasi orang yang sedang berada di dalam ruangan.

6. Perhatikan Kondisi Pencahayaan

Jangan mengarahkan kamera langsung ke jendela yang menerima sinar matahari. Cahaya yang terlalu terang dapat menyebabkan gambar menjadi siluet atau overexposure sehingga kamera atau hasil rekaman akan sulit mengenali objek. Jika ruangan memiliki pencahayaan minim, gunakan CCTV yang sudah memiliki fitur infrared (IR) atau night vision.

7. Pasang pada Ketinggian yang Ideal

Ketinggian sekitar 2,5 hingga 3 meter biasanya menjadi pilihan yang ideal. Posisi ini cukup tinggi agar tidak mudah terjangkau tubuh manusia tanpa bantuan alat, tetapi tetap mampu merekam wajah seseorang dengan jelas.

8. Perhatikan Area yang Jarang Dilalui atau Tersembunyi

Selain ruangan utama, jangan abaikan area indoor yang cenderung sepi atau tersembunyi. Lokasi seperti tangga darurat, lorong belakang, pintu akses karyawan, Gudang belakang rumah, balkon atau hingga koridor yang minim aktivitas sering kali menjadi titik yang luput dari pengawasan.

Area-area tersebut berpotensi menjadi jalur masuk tanpa izin, tempat menyembunyikan barang, atau lokasi terjadinya tindakan kriminal karena jarang ada orang yang melintas. Dengan memasang CCTV di titik-titik tersebut, Anda dapat mengurangi blind spot sekaligus meningkatkan keamanan di seluruh bagian bangunan.

Baca Juga: Cara Melihat CCTV di HP dengan Mudah, Bisa Pantau dari Mana Saja

> Titik Pemasangan CCTV Outdoor Paling Pas

CCTV outdoor memiliki peran yang lebih penting dalam sistem keamanan. Banyak hal bisa terjadi di luar ruangan. Bukan hanya pencurian atau Tindakan yang mencurigakan, tapi bisa juga kecelakaan, atau tragedi yang tak terduga. Oleh karena itu, butuh perencanaan yang matang saat hendak menentukan titik pemasangan CCTV outdoor:

1. Fokus pada Seluruh Akses Masuk

Semua akses menuju bangunan, yang menjadi jalur keluar masuk utama sebaiknya terawasi dengan baik. Misalnya gerbang masuk utama area perkantoran, perumahan, atau pabrik. Untuk rumah pribadi bisa pasang yang mengarah ke pagar rumah. Selain itu area keluar masuk gedung lainnya seperti pintu depan, pintu samping, pintu belakang, atau jalan masuk kendaraan. Lokasi ini menjadi area pertama yang akan tamu atau orang yang tidak berkepentingan lewati saat hendak menuju rumah atau gedung.

2. Awasi Area Parkir

Kendaraan sering menjadi sasaran pencurian atau vandalisme. Oleh karena itu, tempat parkir sebaiknya selalu berada dalam jangkauan kamera. Pastikan sudut pengambilan gambar cukup lebar sehingga seluruh area parkir dapat terlihat tanpa banyak titik buta. Pastikan kamera memiliki resolusi yang baik, karena kamera bukan hanya mengawasi orang, tapi juga plat nomor mobil atau motor. Jika terjadi insiden, dengan mengetahui plat nomor pelaku atau orang yang berhubungan dengan insiden, pihak berwenang akan lebih mudah melakukan penyelidikan.

3. Pantau Halaman dan Taman

Halaman rumah atau kantor sering menjadi jalur masuk sebelum seseorang mencapai bangunan utama. Kamera yang mengawasi area ini dapat membantu mendeteksi keberadaan orang lebih awal. Jika halaman cukup luas, pertimbangkan menggunakan beberapa kamera agar seluruh area tetap terpantau. Untuk rumah pribadi, area teras bisa menjadi titik pemasangan yang pas.

4. Perhatikan Pencahayaan Malam Hari

Meski sebagian besar CCTV modern memiliki fitur night vision, pencahayaan tambahan tetap dapat meningkatkan kualitas rekaman. Lampu taman, lampu teras, atau lampu sensor gerak dapat membantu kamera menghasilkan gambar yang lebih tajam saat malam hari.

5. Lindungi Kamera dari Cuaca

Untuk pemasangan di luar ruangan, pilih lokasi yang tidak langsung terkena hujan deras atau panas berlebihan jika memungkinkan. Selain itu, gunakan kamera outdoor dengan sertifikasi tahan air dan debu (misalnya IP66 atau IP67) agar tetap bekerja optimal dalam berbagai kondisi cuaca.

6. Pasang di Tempat yang Sulit terjangkau

Memasang kamera outdoor sebaiknya cukup tinggi agar tidak mudah bagi orang yang berniat jahat untuk merusak, mematikan, mencuri atau memindahkannya, saat ingin beraksi.   Meski demikian, hindari memasang kamera terlalu tinggi karena dapat mengurangi detail wajah yang terekam.

7. Hindari Blind Spot

Area luar ruangan, lebih banyak memiliki Blind spot. Blind spot adalah area yang tidak dapat terlihat oleh kamera. Sebelum menentukan posisi akhir CCTV, lakukan simulasi sudut pandang untuk memastikan seluruh area penting telah terpantau.

Pada bangunan yang memiliki halaman atau area luas dengan banyak pohon atau penghalang pandangan seperti baliho dll, penggunaan beberapa kamera dengan sudut yang saling melengkapi biasanya lebih efektif dari pada mengandalkan satu kamera saja.

Hal Lain Yang Perlu Jadi Perhatian:

– Sesuaikan Jenis Kamera dengan Lokasi

Efektifitas pemasangan CCTV bukan hanya dari titik pemasangannya saja. Selain menentukan titik pemasangan, pilih juga jenis kamera yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk area indoor, banyak orang memilih kamera dome karena bentuknya lebih ringkas dan tampil menyatu dengan interior ruangan. Sementara itu, kamera bullet lebih umum untuk area outdoor karena memiliki jangkauan pandang yang jauh dan desain yang lebih mudah untuk memantau ke area tertentu.

Apabila ingin mengawasi area yang sangat luas, kamera PTZ (Pan-Tilt-Zoom) dapat menjadi pilihan karena mampu bergerak ke berbagai arah dan melakukan pembesaran gambar.

– Lakukan Pengujian Setelah Pemasangan

Setelah kamera terpasang, jangan langsung menganggap pekerjaan selesai. Periksa hasil rekaman pada siang maupun malam hari untuk memastikan kualitas gambar sudah sesuai harapan.

Pastikan tidak ada area penting yang terlewat, wajah orang masih dapat anda kenali, serta tidak terjadi gangguan seperti pantulan cahaya, objek yang menghalangi kamera, atau kualitas gambar yang buram. Jika menemukan masalah, ubah sedikit posisi atau sudut kamera hingga memperoleh hasil pengawasan yang optimal.

CV Cahaya Mustika

“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”

Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11

Kota Malang

TELP 0823-3766-4403