Bagaimana CCTV Menyimpan Data? Begini Caranya!

CCTV tidak hanya berfungsi untuk menampilkan gambar secara langsung, tetapi juga dapat merekam dan menyimpan aktivitas yang terjadi di area pengawasan. Data rekaman tersebut dapat bergunakan untuk memantau keamanan, mencari kejadian tertentu, hingga menjadi bukti ketika terjadi insiden. Namun, bagaimana sebenarnya CCTV menyimpan data? Mengetahuinya membuat anda bisa memahami cara mendapatkan hasil rekaman dari kamera.

Pada dasarnya, sistem CCTV menyimpan rekaman melalui media penyimpanan yang terhubung dengan sistem kamera. Media dapat berupa hard disk, kartu microSD, penyimpanan jaringan, maupun cloud, tergantung jenis dan konfigurasi CCTV.

Bagaimana Proses CCTV Menyimpan Rekaman?

Ketika kamera CCTV menangkap gambar, kamera mengirimkan data videonya ke sistem perekam untuk melalui proses selanjutanya hingga menuju media penyimpanan. Pada CCTV analog, kamera biasanya terhubung ke DVR (Digital Video Recorder). Sementara itu, CCTV IP atau jaringan umumnya menggunakan NVR (Network Video Recorder).  Pada sistem tertentu, kamera juga dapat menyimpan rekaman secara langsung menggunakan kartu microSD tanpa membutuhkan DVR atau NVR.

> CCTV Analog Menyimpan Data di DVR

Pada sistem CCTV analog, kamera mengirimkan sinyal video ke DVR menggunakan kabel, umumnya kabel coaxial. DVR kemudian memproses dan merekam video tersebut ke hard disk yang terpasang di dalam perangkat. Hard disk pada DVR menjadi tempat utama penyimpanan rekaman. Kapasitasnya dapat berbeda-beda, misalnya 1 TB, 2 TB, 4 TB, 6 TB, atau lebih besar. Semakin besar kapasitas hard disk, semakin lama rekaman dapat tersimpan sebelum tertimpa oleh rekaman baru.

> CCTV IP Menyimpan Data di NVR

CCTV IP bekerja menggunakan jaringan untuk mengirimkan data video. Kamera dapat terhubung ke NVR melalui kabel jaringan atau jaringan nirkabel, tergantung jenis sistemnya. NVR kemudian menyimpan rekaman pada hard disk. Sistem ini banyak di instalasi CCTV modern karena dapat mendukung resolusi tinggi dan berbagai fitur jaringan. Selain NVR, beberapa kamera IP juga memiliki slot microSD sehingga rekaman dapat tersimpan langsung di dalam kamera.

> CCTV dengan Penyimpanan microSD

Beberapa CCTV modern memiliki slot microSD. Kamera dapat merekam video dan menyimpannya langsung ke kartu memori tersebut. Metode ini praktis untuk sistem dengan jumlah kamera sedikit karena tidak selalu membutuhkan DVR atau NVR. Kapasitas penyimpanan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan berapa lama dapat mempertahankan rekaman. Kamera juga biasanya menyediakan pengaturan seperti perekaman terus-menerus atau perekaman berdasarkan deteksi gerakan.

> CCTV dengan Cloud Storage

Selain penyimpanan lokal, beberapa kamera CCTV modern menawarkan penyimpanan berbasis cloud. Pengiriman rekaman melalui koneksi internet ke server penyedia layanan. Keunggulan cloud adalah rekaman tidak hanya bergantung pada perangkat penyimpanan yang berada di lokasi. Jika kamera atau perangkat perekam mengalami kerusakan atau hilang, data yang sudah tersimpan di cloud masih dapat tersedia sesuai layanan dan kebijakan penyedia. Namun, penyimpanan cloud biasanya membutuhkan koneksi internet dan pada sebagian layanan membutuhkan biaya berlangganan.

Lama Masa Penyimpanan Data CCTV

Lama penyimpanan rekaman CCTV tidak memiliki durasi yang sama pada setiap sistem. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:

  • Kapasitas hard disk atau media penyimpanan.
  • Jumlah kamera.
  • Resolusi kamera.
  • Frame rate rekaman.
  • Format dan tingkat kompresi video.
  • Proses perekaman: 24 jam atau hanya ketika mendeteksi gerakan.
  • Pengaturan kualitas rekaman.

Sebagai contoh, sistem dengan banyak kamera beresolusi tinggi akan membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar dari pada sistem dengan jumlah kamera lebih sedikit dan resolusi lebih rendah.

Baca Juga: Rekomendasi CCTV Rumah yang Cocok untuk Keamanan Harian

Sistem Overwrite pada Rekaman CCTV

Salah satu mekanisme penting dalam penyimpanan CCTV adalah overwrite atau penimpaan data. Ketika kapasitas penyimpanan sudah penuh, sistem dapat secara otomatis menghapus rekaman paling lama dan menggantinya dengan rekaman terbaru. Dengan demikian, CCTV tetap dapat merekam tanpa harus menghapus data secara manual setiap kali media penyimpanan penuh.

Sebagai contoh, jika kapasitas penyimpanan hanya mampu menampung rekaman selama 14 hari, maka setelah kapasitas penuh, rekaman hari ke-15 dapat menggantikan data rekaman hari pertama. Namun, mekanisme overwrite dapat berbeda berdasarkan pengaturan perangkat.

Apakah CCTV Harus Menyimpan Data 24 Jam?

Anda dapat mengkonfigurasikan CCTV untuk merekam secara terus-menerus atau hanya pada kondisi tertentu. Pada mode continuous recording, kamera merekam sepanjang waktu. Metode ini memberikan rekaman yang lebih lengkap, tetapi membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih besar.

Sementara itu, pada motion recording, kamera hanya menyimpan rekaman ketika sistem mendeteksi adanya pergerakan. Metode ini dapat menghemat ruang penyimpanan, terutama pada area yang tidak selalu memiliki aktivitas.

Cara CCTV Menyimpan Data Agar Lebih Efisien

Salah satu faktor penting adalah teknologi kompresi video. Sistem CCTV modern dapat menggunakan format kompresi seperti H.264 atau H.265 untuk mengurangi ukuran file video tanpa menghilangkan terlalu banyak detail gambar.

Pengaturan resolusi dan frame rate juga dapat menyesuaikan kebutuhan. Area yang membutuhkan detail tinggi, seperti pintu masuk atau area transaksi, dapat menggunakan kualitas rekaman lebih tinggi. Sementara area yang lebih luas dan tidak membutuhkan detail tinggi dapat menggunakan pengaturan yang lebih hemat kapasitas.

Cara Menentukan Kapasitas Penyimpanan CCTV

Untuk menentukan kapasitas penyimpanan, perlu memperhitungkan jumlah kamera, resolusi, bitrate, durasi rekaman per hari, serta jumlah hari masa penyimpanan. Misalnya, kebutuhan penyimpanan untuk sistem CCTV di rumah tentu berbeda dengan sistem pada kantor, gudang, toko, sekolah, atau area industri. Karena itu, menentukan kapasitas hard disk sebaiknya berdasarkan target retention period, yaitu berapa lama rekaman harus tersedia sebelum tertimpa oleh data baru.

Begitulah cara CCTV menyimpan data melalui media penyimpanan yang terhubung dengan sistem kamera.  Dengan memahami cara CCTV menyimpan data, pengguna dapat menentukan jenis sistem dan kapasitas penyimpanan yang sesuai sehingga rekaman keamanan tetap tersedia ketika membutuhkannya.

CV Cahaya Mustika
“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”
Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11
Kota Malang
TELP 0823-3766-4403