Rekaman CCTV tidak selalu tersimpan selamanya. Pada sistem CCTV yang menggunakan DVR atau NVR, video umumnya tersimpan di dalam hard disk dengan kapasitas tertentu. Ketika ruang penyimpanan mulai penuh, sistem dapat secara otomatis menimpa rekaman paling lama dengan rekaman terbaru.
Hal ini menjadi masalah ketika Anda membutuhkan rekaman CCTV dari beberapa hari atau minggu sebelumnya untuk keperluan pemeriksaan insiden, dokumentasi, keamanan, maupun bukti tertentu. Karena itu, segera pindahkan rekaman penting ke media penyimpanan lain. Berikut adalah cara backup rekaman CCTV yang sudah lama agar tidak hilang:
1. Pastikan Rekaman Lama Masih Tersedia
Sebelum melakukan backup, periksa terlebih dahulu apakah rekaman yang anda cari masih tersimpan pada DVR atau NVR. Masuk ke menu Playback, Search, atau Video Playback, tergantung merek dan tipe perangkat. Selanjutnya pilih kamera, tanggal, dan waktu rekaman yang ingin anda cari. Putar rekaman tersebut untuk memastikan video memang masih tersedia dan dapat berputar dengan normal.
Langkah ini penting karena sistem CCTV umumnya menggunakan mekanisme overwrite. Ketika hard disk penuh, rekaman lama dapat tertimpa secara otomatis oleh rekaman baru. Misalnya, kapasitas penyimpanan sistem hanya mampu menampung rekaman selama 30 hari. Rekaman dari 40 hari sebelumnya kemungkinan sudah tidak tersedia apabila fitur overwrite aktif.
2. Siapkan Flashdisk atau Hard Disk Eksternal
Cara backup rekaman CCTV yang sudah lama paling praktis adalah menggunakan media penyimpanan eksternal. Anda dapat menggunakan:
- Flashdisk
- Hard disk eksternal
- SSD eksternal
- Media penyimpanan lain yang didukung DVR/NVR
Pastikan kapasitas media tersebut mencukupi. Semakin panjang durasi video, semakin besar pula kapasitas penyimpanan yang anda butuhkan. Untuk rekaman berdurasi panjang atau berasal dari beberapa kamera sekaligus, hard disk eksternal biasanya lebih praktis dari pada flashdisk.
3. Hubungkan Media Penyimpanan ke DVR atau NVR
Cari port USB yang tersedia pada DVR atau NVR, kemudian hubungkan flashdisk atau hard disk eksternal. Tunggu beberapa saat hingga perangkat CCTV mendeteksi media penyimpanan tersebut.
Jika flashdisk tidak terbaca, periksa format file system yang sesuai dengan perangkat. Beberapa DVR/NVR mempunyai ketentuan tertentu mengenai kapasitas maupun format media penyimpanan eksternal. Hindari langsung melakukan format jika flashdisk atau hard disk berisi data penting karena proses tersebut dapat menghapus seluruh data di dalamnya.

4. Buka Menu Backup atau Export
Setelah media penyimpanan terdeteksi, masuk ke menu DVR/NVR. Nama menu dapat berbeda-beda, misalnya: Backup, Export, Video Export, File Management, atau menu dengan fungsi serupa. Selanjutnya tentukan kamera yang rekamannya ingin anda simpan.
Apabila sistem memiliki 16 kamera tetapi Anda hanya membutuhkan rekaman dari kamera pintu masuk, cukup pilih channel kamera tersebut. Hal ini dapat menghemat waktu proses pencarian dan kapasitas penyimpanan.
Baca Juga: Apa sih Fungsi DVR dan NVR pada CCTV? Ini Penjelasan Lengkapnya!
5. Tentukan Tanggal dan Jam Rekaman
Masukkan rentang waktu rekaman CCTV yang ingin di-backup. Sebagai contoh, Anda membutuhkan rekaman kejadian pada tanggal 1 Agustus antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Atur waktu mulai dan selesai sesuai periode tersebut.
Sebaiknya jangan langsung mengekspor rekaman satu hari penuh jika hanya membutuhkan video kejadian selama beberapa menit atau jam. Rentang waktu yang lebih spesifik membuat ukuran file lebih kecil sekaligus mempermudah pencarian video ketika rekaman tersebut nantinya anda butuhkan.
6. Cari dan Pilih File Rekaman CCTV
Tekan tombol pencarian atau Search. Sistem akan menampilkan rekaman yang tersedia berdasarkan kamera dan periode waktu yang telah anda tentukan. Periksa daftar file tersebut dengan teliti.
Pada beberapa sistem CCTV, rekaman dapat terbagi menjadi banyak file berdasarkan durasi tertentu atau jenis perekamannya, misalnya rekaman reguler dan rekaman berdasarkan deteksi gerakan. Pilih semua file yang mencakup waktu kejadian yang anda butuhkan.
7. Lakukan Export atau Backup
Setelah memilih rekaman, tekan menu Export atau Backup. Pilih flashdisk, SSD, atau hard disk eksternal sebagai lokasi tujuan penyimpanan. Tunggu sampai proses pemindahan selesai. Waktu perpindahan data bergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Durasi rekaman
- Resolusi kamera
- Bitrate video
- Jumlah kamera
- Ukuran file
- Kecepatan media penyimpanan
- Kemampuan DVR/NVR
Jangan mencabut flashdisk atau hard disk ketika proses backup masih berlangsung karena dapat menyebabkan file tidak tersimpan dengan sempurna.
8. Periksa Format Video Hasil Backup
Setelah proses selesai, perhatikan format filenya. Beberapa DVR/NVR dapat mengekspor rekaman ke format video umum, sedangkan perangkat tertentu menggunakan format khusus yang harus menggunakan software atau video player dari produsen CCTV untuk memutarnya.
Jika tersedia pilihan format ekspor, pilih format rekaman yang memungkinkan untuk memutar video saat anda memberikan kepada pihak lain. Pada beberapa perangkat, sistem juga menyediakan aplikasi pemutar bersamaan dengan file hasil backup. Simpan aplikasi tersebut apabila anda memerlukannya untuk membuka rekaman.
9. Cek Rekaman Menggunakan Komputer
Jangan menganggap proses backup berhasil hanya karena muncul notifikasi Export Completed. Hubungkan media penyimpanan ke komputer dan buka file yang telah anda ekspor. Periksa beberapa bagian penting, terutama:
- Pastikan apakah anda dapat memutar video tersebut?
- Video sudah sesuai dengan tanggal dan waktunya
- Pemilihan kamera sudah benar?
- Apakah durasi rekaman lengkap?
- Bagaimana kualitas gambarnya?
- Apakah kejadian yang anda butuhkan terekam?
Pengecekan ulang sangat penting sebelum rekaman asli pada DVR/NVR tertimpa.

Bisakah Backup Rekaman CCTV Lama Melalui Komputer?
Selain melalui USB langsung pada DVR/NVR, beberapa sistem memungkinkan pengguna melakukan backup melalui komputer. Biasanya DVR atau NVR harus terhubung ke jaringan. Pengguna kemudian dapat mengakses perangkat melalui software client atau sistem manajemen video yang sesuai.
Secara umum prosesnya adalah
1. Buka software CCTV
2. Pilih Playback
3. Tentukan kamera
4. Pilih tanggal dan waktu
5. Cari rekaman
6. Download/Export.
Metode ini lebih praktis jika DVR/NVR berada di ruang server atau lokasi yang sulit terjangkau. Namun, fitur dan langkah pengoperasiannya berbeda pada setiap merek CCTV.
Cara Backup Rekaman CCTV Lama Melalui Aplikasi
Beberapa sistem CCTV modern juga menyediakan aplikasi mobile yang mempunyai fitur playback dan download. Caranya biasanya dengan membuka kamera pada aplikasi, masuk ke menu playback, memilih tanggal dan waktu, kemudian menggunakan fitur download atau recording untuk menyimpan bagian rekaman tertentu.
Namun, terdapat perbedaan antara download rekaman asli dan merekam ulang playback. Jika aplikasi menyediakan fitur download file asli, sebaiknya gunakan metode tersebut. Merekam layar atau merekam ulang playback sebaiknya menjadi alternatif ketika fitur ekspor tidak tersedia, terutama jika rekaman akan anda gunakan sebagai dokumentasi penting.
Jika Rekaman CCTV Lama Sudah Tidak Ada
Backup hanya dapat anda lakukan jika rekaman tersebut masih tersedia pada media penyimpanan. Apabila rekaman sudah terhapus atau telah tertimpa oleh rekaman baru karena sistem overwrite, Anda tidak bisa mengembalikannya hanya dengan membuka menu playback atau backup.
Misalnya DVR mampu menyimpan rekaman selama 14 hari. Jika Anda mencari rekaman 30 hari sebelumnya dan selama periode tersebut sistem terus merekam, kemungkinan rekaman lama sudah tertimpa. Karena itu, semakin penting suatu rekaman, semakin cepat pula file tersebut sebaiknya di-backup.
Jika rekaman sangat penting dan diduga terhapus karena kerusakan atau masalah penyimpanan, sebaiknya hentikan penggunaan perangkat untuk mencegah penulisan data baru dan konsultasikan dengan teknisi atau layanan pemulihan data yang memahami media penyimpanan CCTV.
Perlu anda pahami bahwa rekaman yang sudah benar-benar tertimpa data baru biasanya jauh lebih sulit atau bahkan tidak mungkin untuk memulihkannya.
Lama Waktu Penyimpanan Rekaman CCTV
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua CCTV. Lama penyimpanan bergantung pada kapasitas hard disk, jumlah kamera, resolusi, frame rate, bitrate, metode kompresi, mode perekaman, serta durasi perekaman setiap hari.
Sebagai gambaran, sistem dengan beberapa kamera beresolusi tinggi yang merekam 24 jam akan menghabiskan kapasitas penyimpanan jauh lebih cepat dari pada sistem yang hanya merekam ketika mendeteksi gerakan.
Jika terdapat rekaman penting, jangan mengandalkan penyimpanan DVR/NVR sebagai satu-satunya tempat penyimpanan. Segera lakukan backup setelah kejadian dan simpan salinan pada media berbeda. Untuk kebutuhan bisnis, kantor, gudang, toko, maupun fasilitas publik, sebaiknya melakukan prosedur backup secara teratur.
Pindahkan rekaman tertentu yang berkaitan dengan insiden ke penyimpanan terpisah sebelum periode retensi CCTV berakhir. Selain itu, periksa kesehatan hard disk secara berkala. Hard disk yang bermasalah dapat menyebabkan rekaman tidak lengkap, gagal memutar rekaman, atau bahkan tidak tersimpan.
CV Cahaya Mustika
“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”
Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11
Kota Malang
TELP 0823-3766-4403


