Menelaah Manfaat Air Purifier Dari Rekomendasi Dokter dan Organisasi Kesehatan

Air Purifier Rekomendasi DokterAir purifier atau pembersih udara semakin populer di Indonesia, terutama sejak pandemi COVID-19 dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara. Meskipun banyak klaim mengatakan bahkan alat ini sangat bermanfaat, tapi tidak semua orang percaya sebelum adanya rekomendasi dari dokter atau para ahli terkait penggunaannya. Kebanyakan orang masih ragu apakah alat ini benar-benar berdampak pada kesehatan, atau hanya sekadar tren semata.

Air purifier adalah perangkat elektronik yang berfungsi membersihkan udara dalam ruangan dari partikel debu, asap rokok, bulu hewan, alergen, hingga polusi. Teknologi penyaringannya menggunakan HEPA filter (High Efficiency Particulate Air), yang mampu menyaring partikel sekecil 0,3 mikron dengan efisiensi hingga 99,97%. Selain HEPA, beberapa produk juga memiliki filter karbon aktif untuk menyerap bau, serta teknologi ionizer atau UV-C light untuk membunuh mikroorganisme.

Baca Juga: Air Purifier Kecil dan Efektifitasnya dalam Membersihkan Udara

Apa kata Dokter dan Organisasi Kesehatan?

Terkait penggunaan Air purifier dalam  kehidupan sehari-hari, beberapa organisasi kesehatan dunia dan dokter spesialis paru sudah memberikan rekomendasi dan mengungkapkan beberapa hasil penelitian mereka:

American Lung Association (ALA) merekomendasikan penggunaan air purifier dengan filter HEPA untuk penderita asma dan alergi. Hal ini karena alat ini dapat mengurangi paparan polutan dalam ruangan. Mereka juga menyarankan air purifier harus sudah bersertifikat California Air Resources Board (CARB). Selain itu kesesuaian ukuran alat dan ruangannya juga menjadi penentu. Clean Air Delivery Rate (CADR) menunjukkan seberapa banyak udara yang dapat dibersihkan oleh pembersih udara setiap jam. Satuan pengukurannya dalam cubic feet per minute (cfm). Gunakan pembersih udara dengan CADR hingga 200 cfm untuk ruangan kecil. Sementara itu, untuk ruangan sedang gunakan 200–300 cfm , dan lebih dari 300 cfm untuk ruangan besar.

Manfaat Air Purifier Untuk Kesehatan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa air purifier dengan HEPA filter dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara bersih di dalam ruangan. Meskipun begitu bukan berarti alat ini bisa menjadi pengganti ventilasi alami. Jika anda memiliki aksen ventilasi yang baik maka anda bisa mengkombinasikannya dengan menggunakan air purifier, untuk meningkatkan kualitas dari udaranya.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan beberapa Dokter paru dan alergi di berbagai rumah sakit Indonesia. Dokter sering kali merekomendasikan air purifier untuk pasien yang memiliki riwayat asma, alergi debu, atau rhinitis alergi. Menurut dr. Erlina Burhan, Sp.P (K) yang dikutip dari situs kompas Health, dokter paru dari RSUP Persahabatan ini menyatakan bahwa penggunaan air purifier bisa membantu mengurangi gejala alergi pada pasien yang sensitif terhadap kualitas udara dalam ruangan.

Beberapa penelitian juga menguatkan rekomendasi medis ini, seperti Studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang menunjukkan bahwa penggunaan air purifier di rumah dapat meningkatkan fungsi paru-paru pada anak-anak dengan asma yang tinggal di daerah polusi tinggi. Begitu pula dengan penelitian yang telah terpublikasi di Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa air purifier dengan HEPA filter secara signifikan menurunkan alergen debu rumah dan gejala alergi pada penderita asma.

Kesimpulan

Jadi, Air purifier memang bukan obat untuk penyakit pernapasan. Namun banyak dokter paru, spesialis alergi, dan organisasi kesehatan internasional merekomendasikan penggunaannya. Rekomendasi ini ditujukan terutama bagi penderita asma, alergi, atau mereka yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi. Hal ini karena beberapa elemen di dalamnya memang terbukti bermanfaat. Namun, ada banyak hal yang wajib anda perhatikan sebelum menggunakan Air purifier. Ini demi menjaga efektifitas dan juga efek samping jangka panjang. Seperti air purifier yang mengandung Ozon, dokter umumnya tidak merekomendasikan purifier yang menghasilkan ozon, karena justru bisa mengiritasi paru-paru. Oleh karena itu, perlu pemilihan secara bijak dan penyesuaian dengan kebutuhan. Akan lebih baik, jika mengombinasikan penggunaannya dengan ventilasi yang baik, menjaga kebersihan rumah, serta gaya hidup sehat.

CV Cahaya Mustika

“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”

Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11

Kota Malang

TELP 0823-3766-4403