Air Purifier dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

Air Purifier Efek Samping  – Air purifier atau pemurni udara menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang semakin populer, sejak wabah penyakit covid-19, saat 6 tahun silam. Ini membuktikan bahwa banyak Masyarakat kini mulai memperhatikan kebersihan udara di mana mereka berada. Dengan adanya air purifier, Alat ini mampu membersihkan udara dari debu, asap rokok, polutan, hingga alergen seperti serbuk sari atau bulu hewan peliharaan. Namun, meskipun banyak manfaatnya, penggunaan air purifier juga tidak lepas dari efek samping tertentu yang sebaiknya dipahami sebelum membeli atau menggunakannya.

Efek Samping dari Air Purifier dengan Ozon

Beberapa jenis air purifier bekerja dengan menghasilkan ozon untuk menetralkan bau atau membunuh kuman. Ozon memang efektif dalam hal ini, tetapi pada saat yang sama dapat menimbulkan masalah kesehatan. Paparan ozon berlebihan bisa mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan batuk, sesak napas, hingga memperparah kondisi penderita asma. Di ruangan tertutup, penggunaan air purifier berbasis ozon yang tidak terkendali bisa menimbulkan risiko jangka panjang bagi paru-paru.

Hal ini ditegaskan oleh California Air Resources Board (CARB) yang menyatakan bahwa Ozon adalah gas beracun tanpa manfaat kesehatan. Apabila terhirup dalam jumlah tak wajar dapat merusak jaringan paru-paru serta menyebabkan gangguan fungsi paru secara permanen dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang tepat dalam penggunaan ozon untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Air Purifier: Cara Kerja dan Fungsinya dalam Membersihkan Udara

Risiko Kekeringan Udara

Air purifier dengan sistem filter HEPA biasanya menyaring partikel kecil secara efektif, tetapi dalam prosesnya, udara yang keluar bisa menjadi lebih kering. Jika penggunaan air purifier secara terus-menerus tanpa pengaturan kelembapan, hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, bibir pecah-pecah, atau iritasi pada saluran pernapasan. Anak-anak dan lansia yang lebih sensitif bisa merasakan ketidaknyamanan akibat kelembapan ruangan yang berkurang drastis.

Kebisingan dan Gangguan Tidur

Air purifier dan Efek samping lain yang sering terabaikan adalah suara bising dari air purifier tersebut. Beberapa model mengeluarkan suara yang cukup keras ketika kipas berputar pada kecepatan tinggi. Bagi orang yang sensitif terhadap suara, hal ini bisa mengganggu kualitas tidur, terutama jika alat berada di dalam kamar tidur dan menyala sepanjang malam.

Biaya Perawatan dan Potensi Masalah Kesehatan

Filter pada air purifier harus diganti secara berkala agar tetap berfungsi optimal. Jika tidak ada pergantian atau jarang melakukan pembersihan dengan baik, justru bisa menjadi sarang kuman, jamur, atau bakteri. Udara yang keluar nantinya justru bisa membawa mikroorganisme berbahaya yang memperburuk kondisi kesehatan. Selain itu, biaya penggantian filter yang cukup tinggi juga dapat menjadi beban tambahan dalam penggunaan jangka panjang.

Sensasi Ketergantungan

Beberapa pengguna merasa udara di dalam ruangan menjadi “tidak nyaman” ketika air purifier dalam kondisi mati. Hal ini bisa memicu ketergantungan psikologis, di mana seseorang merasa tidak bisa bernapas lega tanpa alat tersebut. Padahal, menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi udara yang baik, serta menambahkan tanaman hijau juga bisa menjadi solusi alami untuk memperbaiki kualitas udara.

Air purifier memang memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan kualitas udara, terutama bagi penderita alergi atau yang tinggal di lingkungan dengan polusi tinggi. Namun, efek samping yang muncul dalam penggunaan jangka Panjang dan tidak terawat perlu anda waspadai. Menggunakan air purifier dengan bijak, memilih tipe yang sesuai kebutuhan, serta melakukan perawatan rutin merupakan kunci agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif.

CV Cahaya Mustika

“Solusi Kebutuhan Kantor Anda”

Jl. MT Haryono, Ruko Istana Dinoyo B11

Kota Malang

TELP 0823-3766-4403